Apache on Solaris 10

Solaris 10 already have Apache in it, in order to use it you just need to start the service. The step to start the Apache server are :
1. Go to /usr/apache/bin : #cd /usr/apache/bin
2. To start the service : #./apachectl start
You will get error message if you don’t have httpd.conf located in /etc/apache/
To create htttpd.conf just copy httpd.conf-example located in /etc/apache/ :
#cp /etc/apache/httpd.conf-example /etc/apache/httpd.conf
After that try again run command #./apachectl start
If it success than in your solaris will show message ./apachectl start: httpd started
3.After that you can try your Apache server using your browser and type : http://yourIPserver/

That’s all

Web for monitoring Server and DB in DataCenter

The idea(actually is developing existing web) for creating Web for monitoring Server and DB in DataCenter is came to me when one of my comrades introduce to me and my other work partners about web for monitoring resource in Data Center like server and database.
We need to have this web beacause we have a lot of server to monitored. And we can do it manually checking it one by one. And also inside those servers we have databases to managed.
Actually we already have application for monitoring performance of the server, but that application only show us response time not the detail of the server.
So in our Web for monitoring Server and DB in DataCenter will be given detail information to us about server and database performance like CPU usage, Memory usage, diskspace check , tablespace check and etc. And we hope our Web for monitoring Server and DB in DataCenter can give us notification wheter it via email or via sms (eg. server send sms when the diskspace is 80% used).
And i have an idea for further development this web will be act like an intelligence web who can not only give us information but also can fix the problem by itself.
So it’s not just only give us information about the condition of the server and database but also can take an action based on that information. It’s just like we plug our standard operation procedure(SOP) into that server and tell the server to do just like in SOP.

So the point for our Web for monitoring Server and DB in DataCenter will be like this :
1. Give real time usefull information about our server and database condition.
2. Server can take immediate action based on information processsed by server and the standard operating procedure we plug in to that server

The point look like simple (only 2 points), but i thought that i have to work on it more seriously so my data center will be full automate……(hopefully)

When dream drives you…….

G stands for GRID (akibat penasaran dengan 10G)

Mengambil analogi dari GRID Electricity, ketika kita membutuhkan listrik untuk membuat peralatan listrik kita bekerja, kita dengan mudah cukup menyambungkan alat listrik tersebut ke electric outlet (‘colokan listrik’ kata temen gw) tanpa perlu tahu proses listrik tersebut dapat membuat peralatan listrik kita berfungsi.

Gampangnya sih ketika sebuah IT Resource (Hardware or software) membutuhkan resource seperti Database, CPU or resource lainnya, IT resource ini dapat dengan mudah memperolehnya seperti halnya analogi listrik diatas. Yang intinya adalah pengguna GRID tidak perlu peduli dimana datanya berada atau komputer yang mana yang memproses request IT resourcenya, hanya perlu mengetahui resouce yang dimintanya tersedia dan dapat digunakan. Dan administrator dapat melihat resource – resource yang kecil ini sebagai sebuah entitas tunggal yang dapat dengan mudah di manage.

Agar setiap IT resource dapat berkomunikasi tentunya dibutuhkan standar, protokol dan interface yang harus dipatuhi agar IT Resource 2x dapat saling berkomunikasi. Itulah pentingnya SOA (Service Oriented Architecture) dalam pengembangan IT dewasa ini mengingat banyaknya IT Resource yang berbeda – beda dan dengan standar dan interface yang berbeda yang menyebabkan disuatu organisasi yang besar dengan jumlah IT resource yang sangat banyak menjadi sangat sulit untuk diintegrasikan. Dikarenakan masing2 IT resource yang banyak tersebut hanya dibuat spesifik untuk architecture tertentu, sehingga antar IT Resource akan sangat sulit untuk berkomunikasi.

Ide untuk menulis dari posting ini diawali dengan ketertarikan dari salah satu fitur yang ada di Oracle 10G, yaitu Real Application Cluster (RAC) dimana pada single physical database terdiri dari komposisi 2 atau lebih Oracle Instances dimana instance-instance tersebut dapat saling berkomunikasi dan bertukar data. Yang membuat saya lebih tertarik lagi adalah instance-instance yang banyak ini dapat dimanage layaknya memanage sebuah entitas database yang tunggal.

GRID in term of computer science defined as ” A computational GRID is a hradware and software infrastructure that provide dependable ,consistent,pervasive, and inexpensive access to high-end computational capabilities”. Itu definisi dari Fosster and Kessellman.

Identity and Access Management (IAM)

 

Identity and Access management (IdM) memberikan solusi untuk pengaturan identitas di dalam sebuah organisasi yang mencakup lifecycle dari sebuah identitas di dalam sebuah perusahaan yang mencakup authentikasi, authorization, audit dan user administration. Authentikasi merupakan proses verifikasi untuk user bahwa dia adalah user yang sebenarnya (dibuktikan dengan userid dan password yang berbeda untuk setiap user), sedangkan authorization adalah hak – hak apa saja yang didapat oleh seorang user di aplikasi yang dapat diaksesnya (biasanya menggunakan Role Base Access Control). Audit sendiri dapat diakomodasi oleh IdM melalui report seperti who has what report (seorang user dengan nik xxxx memiliki akses ke aplikasi apa saja), user access list (Aplikasi A siapa saja usernya yang valid), rogue account(user – user yang tidak dapat diidentifikasi siapa sebenarnya pemiliknya), audit sendiri untuk berhubungan dengan compliance terhadap regulasi – regulasi yang ada seperti SOA (Sarbanes Oaxley Act) compliance untuk perusahaan2 yang listing di NYSE . User Administration sendiri dapat di fasilitasi IdM melalui self request (user melalui portal meminta akses ke aplikasi ataupun meminta perubahan user role pada aplikasi dan kemudian ada approval workflow yang dapat digunakan sebagai evidence siapa saja yang mengapprove sampai karyawam tersebut mendapatkan akses ke aplikasi yang direquestnya), fasilitas lainnya adalah automatic provisioning ke application (misal sudah didefinisikan user untuk misalnya bagian finance dengan posisi tertentu mendapat hak ke aplikasi A, G, F dengan profile XC untuk App) dan automatic deprovisioning ke application (Jika user pensiun atau keluar dari perusahaan maka secara otomatis system dapat mendisable akses ke aplikasi yang user tersebut miliki semasa dia kerja)

Identitas merupakan gambaran/deskripsi seseorang. Dalam sebuah organisasi setiap orang memiliki identitas yang menunjukkan seseorang tersebut memiliki posisi apa di sebuah organisasi,berada di bagian apa, sejak kapan dia bergabung di organisasi, informasi tentang data diri, informasi pensiun. Dan di sebuah organisasi yang memanfaatkan IT untuk mendukung pekerjaan karyawannya memiliki sistem terkomputerisasi dimana tidak semua karyawan boleh mengakses sistem tersebut dan level privilege yang berbeda untuk setiap IT Application yang digunakan akan berbeda untuk setiap orang yang berbeda.

Sebagai contoh mengapa diperlukannya Identity and Access Management adalah sebagai berikut, jika disuatu perusahaan memiliki banyak IT Application dan setiap IT Application memiliki pengelola-pengelola yang berbeda sehingga mekanisme untuk authentication dan authorization akan menjadi berbeda untuk tiap aplikasi, hal ini juga berakibat pada banyaknya user id dan password yang dimiliki oleh setiap pengguna. Maka bagian yang mengatur akses ke banyak aplikasi IT tersebut harus mengatur user apa saja yang dapat mengakses aplikasi tersebut, role apa yang didapatnya didalam aplikasi tersebut, userid policy dan password policy apa yang harus diterapkan untuk setiap aplikasi.

 

Sebagai contoh seorang karyawan di bagian Technical tentunya hanya memiliki akses dengan sistem yang berhubungan dengan pekerjaannya saja,ataupun jika bisa mengakses sistem lainnya tentunya dengan hak akses yang berbeda.

 

Pada konsep Identity and Access Management, Identitas menunjukkan user profil dari seorang user dan access menunjukkan hak – hak akses apa saja yang bisa didapat dengan user profil tersebut(tergantung dari business process organisasi).

 

Identity and Access Management menawarkan suatu konsep who has what yaitu user dengan profil seperti ini memiliki hak akses ke aplikasi apa saja dan hak – hak apa yang didapatnya diaplikasi tersebut, user profil ini memiliki akses ke aplikasi apa saja dan aplikasi ini memiliki user siapa saja.

 

Dengan Identity and Access Management jika seorang pensiun dan account orang tersebut di dihapus ataupun didisable maka secara otomatis akses orang tersebut ke aplikasi – aplikasi yang terkait dengan orang tersebut akan didisable juga. Pada kasus admin yang membuat user untuk melakukan kecurangan, dengan IDM setiap user pada aplikasi harus memiliki user profil pada masterdata(misal SAP HR). Sebagai contoh aplikasi A memiliki user A01 dimana A0121PROC merupakan pegawai dengan NIK A0121. Pada admin yang membuat rogue account = user yang tidak memiliki user profil pada master data. Contoh A0123PROC tetapi pada master data tidak terdapat karyawan dengan NIK A0123 maka user A0123PROC pada aplikasi tersebut adalah rogue account dan harus dihapus dari aplikasi. Dengan IDM hal diatas dapat dicegah,ketika admin membuat rogue account maka IDM akan memeriksa apakah user yang dibuat admin tersebut benar2 ada di organisasi, jika tidak ada maka IDM akan mendeletenya.

Jadi dengan IDM aplikasi IT yang ada di organisasi dapat dengan mudah di audit, dimana IDM dapat menyediakan report seperti user dengan NIK A0121 memiliki akses ke aplikasi apa saja,kemudian aplikasi misal BIL01 memiliki user siapa saja dan adakah rogue account di aplikasi tersebut. Dan dapat juga memunculkan evidence siapa saja yang melakukan approval sampai seorang karyawan mendapatkan akses ke aplikasi yang direquestnya

Selanjutnya di IDM. What we must prepare to successfully implemented IDM, How we get the trusted source, how we identify rogue account and how we reconcile user id from trusted source to application(user access report) and how to provision employee and deprovision employee user from application, Role Base Access Control, Single Sign On for web and non web application,Policy for Identity Management.

 

Sorry guys kalo ada salah – salah penulisan …. Just want to share my knowledge……