Mengambil analogi dari GRID Electricity, ketika kita membutuhkan listrik untuk membuat peralatan listrik kita bekerja, kita dengan mudah cukup menyambungkan alat listrik tersebut ke electric outlet (‘colokan listrik’ kata temen gw) tanpa perlu tahu proses listrik tersebut dapat membuat peralatan listrik kita berfungsi.
Gampangnya sih ketika sebuah IT Resource (Hardware or software) membutuhkan resource seperti Database, CPU or resource lainnya, IT resource ini dapat dengan mudah memperolehnya seperti halnya analogi listrik diatas. Yang intinya adalah pengguna GRID tidak perlu peduli dimana datanya berada atau komputer yang mana yang memproses request IT resourcenya, hanya perlu mengetahui resouce yang dimintanya tersedia dan dapat digunakan. Dan administrator dapat melihat resource – resource yang kecil ini sebagai sebuah entitas tunggal yang dapat dengan mudah di manage.
Agar setiap IT resource dapat berkomunikasi tentunya dibutuhkan standar, protokol dan interface yang harus dipatuhi agar IT Resource 2x dapat saling berkomunikasi. Itulah pentingnya SOA (Service Oriented Architecture) dalam pengembangan IT dewasa ini mengingat banyaknya IT Resource yang berbeda – beda dan dengan standar dan interface yang berbeda yang menyebabkan disuatu organisasi yang besar dengan jumlah IT resource yang sangat banyak menjadi sangat sulit untuk diintegrasikan. Dikarenakan masing2 IT resource yang banyak tersebut hanya dibuat spesifik untuk architecture tertentu, sehingga antar IT Resource akan sangat sulit untuk berkomunikasi.
Ide untuk menulis dari posting ini diawali dengan ketertarikan dari salah satu fitur yang ada di Oracle 10G, yaitu Real Application Cluster (RAC) dimana pada single physical database terdiri dari komposisi 2 atau lebih Oracle Instances dimana instance-instance tersebut dapat saling berkomunikasi dan bertukar data. Yang membuat saya lebih tertarik lagi adalah instance-instance yang banyak ini dapat dimanage layaknya memanage sebuah entitas database yang tunggal.
GRID in term of computer science defined as ” A computational GRID is a hradware and software infrastructure that provide dependable ,consistent,pervasive, and inexpensive access to high-end computational capabilities”. Itu definisi dari Fosster and Kessellman.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.